Hari Minggu pagi, Ayah melepas dua roda bantu kecil dari sepeda Bimo.Bimo yang berusia delapan tahun merasa sangat berdebar.Semua teman di komplek rumahnya sudah mengendarai sepeda roda dua.
"Pegang stang dengan mantap dan pandanglah lurus ke depan, Bimo," kata Ayah sambil memegangi bagian belakang sepeda.Bimo mengayuh pedal perlahan-lahan.Namun saat Ayah melepaskan pegangannya, sepeda dan Bimo terjatuh ke rumput.Lutut Bimo terasa nyeri dan ia mulai menitikkan air mata.
"Ayah, aku tidak bisa. Ini terlalu sulit!" keluh Bimo sambil duduk di tanah.Ayah berlutut di samping Bimo dan mengusap pundaknya dengan lembut."Jatuh itu wajar dalam belajar, Nak. Yang penting adalah bangkit kembali dan mencoba lagi," hibur Ayah.
Bimo mengusap air matanya dan berdiri tegak.Ia kembali menaiki sepeda dan mengayuh dengan penuh keyakinan.Satu , dua , tiga ... sepedanya meluncur seimbang!"Ayah, lihat! Aku bisa mengayuh sendiri!" teriak Bimo dengan senyum paling lebar di wajahnya.