Surat An-Nazi'at
💨
Surat PendekFase A–L6 mnt

Surat An-Nazi'at

Malaikat Pencabut · 46 ayat

Surat ke-79 · 46 ayat · Makkiyah.

An-Nazi'at artinya malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang kafir dengan keras. Menceritakan kedahsyatan kiamat, kisah Nabi Musa menghadapi kedurhakaan Fir'aun, serta kepastian bahwa hari Kiamat hanya Allah yang mengetahui waktunya.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

1

وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًا

Wan naazi'aati gharqaa

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

2

وَالنّٰشِطٰتِ نَشْطًا

Wan naasyithaati nasythaa

demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut,

3

وَالسّٰبِحٰتِ سَبْحًا

Was saabihaati sab-haa

demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

4

فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًا

Fas saabiqaati sabqaa

dan (malaikat) yang mendahului dengan cepat,

5

فَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًا

Fal mudabbiraati amraa

dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia).

6

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ

Yauma tarjufur raajifah

(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,

7

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ

Tatba'uhar raadifah

(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.

8

قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌ

Quluubuy yauma-idziw waajifah

Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut,

9

اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ

Abshaaruhaa khaasyi'ah

pandangannya tunduk.

10

يَقُوْلُوْنَ اَىِٕنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِ

Yaquuluuna a-innaa lamarduuduuna fil haafirah

(Orang-orang kafir) berkata, "Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?

11

اَىِٕذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً

A-idzaa kunnaa 'izhaaman nakhirah

Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur?"

12

قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ

Qaaluu tilka idzan karratun khaasirah

Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."

13

فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ

Fa innamaa hiya zajratuw waahidah

Maka pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja,

14

فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ

Fa idzaa hum bis saahirah

maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi yang baru.

15

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰى

Hal ataaka hadiitsu muusaa

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?

16

اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

Idz naadaahu rabbuhuu bil waadil muqaddasi thuwaa

Ketika Tuhannya memanggilnya di lembah suci Thuwa,

17

اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى

Idzhab ilaa fir'auna innahuu thaghaa

"Pergilah engkau kepada Fir'aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,

18

فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰى

Fa qul hal laka ilaa an tazakkaa

maka katakanlah (kepadanya), 'Adakah keinginanmu untuk menyucikan diri (dari kesesatan),

19

وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰى

Wa ahdiyaka ilaa rabbika fatakhsyaa

dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?'"

20

فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰى

Fa araahul aayatal kubraa

Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.

21

فَكَذَّبَ وَعَصٰى

'Fa kadz-dzaba wa 'ashaa

Tetapi dia (Fir'aun) mendustakan dan mendurhakai.

22

ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰى

Tsumma adbara yas'aa

Kemudian dia berpaling seraya berusaha menentang (Musa),

23

فَحَشَرَ فَنَادٰى

Fa hasyara fanaadaa

maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya),

24

فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰى

Fa qaala ana rabbukumul a'laa

seraya berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi."

25

فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰى

Fa akhadzahullaahu nakaalal aakhirati wal uulaa

Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.

26

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى

Inna fii dzaalika la'ibratal limay yakhsyaa

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).

27

ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ بَنٰىهَا

A antum asyaddu khalqan amis samaa-u banaahaa

Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?

28

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَا

Rafa'a samkahaa fa sawwaahaa

Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,

29

وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَا

Wa aghthasya lailahaa wa akhraja dhuhaahaa

dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang),

30

وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَا

Wal ardha ba'da dzaalika dahaahaa

dan setelah itu bumi Dia hamparkan,

31

اَخْرَجَ مِنْهَا مَآءَهَا وَمَرْعٰىهَا

Akhraja minhaa maa-ahaa wa mar'aahaa

darinya Dia memancarkan mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya,

32

وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَا

Wal jibaala arsaahaa

dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh,

33

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْ

Mataa'al lakum wa li-an'aamikum

(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.

34

فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّآ مَّةُ الْكُبْرٰى

Fa idzaa jaa-atith thaammatul kubraa

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari Kiamat) telah datang,

35

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰى

Yauma yatadzakkarul insaanu maa sa'aa

pada hari (ketika) manusia teringat apa yang telah dikerjakannya,

36

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى

Wa burrizatil jahiimu limay yaraa

dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

37

فَاَمَّا مَنْ طَغٰى

Fa ammaa man thaghaa

Maka adapun orang yang melampaui batas,

38

وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا

Wa aatsaral hayaatad dun-yaa

dan lebih mengutamakan kehidupan duniawi,

39

فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰى

Fa innal jahiima hiyal ma'waa

maka sungguh, nerakalah tempat tinggal(nya).

40

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰى

Wa ammaa man khaafa maqaama rabbihii wa nahan nafsa 'anil hawaa

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,

41

فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰى

Fa innal jannata hiyal ma'waa

maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).

42

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَا

Yas-aluunaka 'anis saa'ati ayyaana mursaahaa

Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, "Kapankah terjadinya?"

43

فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَا

Fiima anta min dzikraahaa

Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?

44

اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَا

Ilaa rabbika muntahaahaa

Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).

45

اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَا

Innamaa anta mundziru may yakhsyaahaa

Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat).

46

كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا

Ka-annahum yauma yaraunahaa lam yalbatsuu illaa 'asyiyyatan au dhuhaahaa

Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (mereka merasa) seakan-akan hanya tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari saja.

Ayo Jawab!

1. An-Nazi'at artinya …

2. Kisah nabi yang diutus menghadapi Fir'aun dalam surat ini adalah Nabi …

3. Siapakah yang berhak masuk ke dalam surga menurut ayat ke-40 dan 41?

Masuk akun untuk mengecek jawaban & menyimpan progres