Kakek menanam sebuah biji mangga di rumah.Dimas yang berumur tujuh tahun bertanya, "Kek, kapan kita bisa makan mangganya?""Mungkin lima tahun lagi, bahkan lebih," jawab Kakek.
Dimas terkejut. "Lama sekali, Kek!"Kakek tersenyum. "Menanam itu perlu sabar. Kita harus menyiram dan setiap hari."
Sejak hari itu, Dimas rajin membantu Kakek menyiram pohon mangga.Pohon itu tumbuh semakin tinggi setiap tahun.
Bertahun-tahun kemudian, pohon mangga itu berbuah .Dimas mangga yang manis dan membaginya kepada tetangga."Ternyata kesabaran itu manis, seperti mangga ini," kata Dimas.